Kita, Juang, dan Kembali
Kewajiban kita kah? kebutuhan kita? Tanggung jawab? atau Tuntutan? atau malah selainnya?
Tak perlu merasa malu atau sembunyi dari rasa lelah,
ia ada, sebagai jiwa manusia.
lelah, memang wajar dirasa.
Apapun yang melelahkan, berilah jeda
Kita perlu sedikit waktu untuk berhenti dan merebahkan jiwa yang ramai, untuk sementara.
Jika benar terasa begitu berat? tuangkan, letakkan sejenak di tempat yang semestinya.
Tapi jangan di sembarang tempat ya, daripada nanti kehilangan jejak untuk mengambil tanggungjawab itu,
lalu, setelah tenaga dan waktu kita siap, kita lupa, 'aku letakkan dimana ya?'
Letakkan dengan hati-hati, dengan hati.
Karena memperjuangkan sesuatu, nyatanya memang menguras banyak keringat dan air mata
Jarang kita jumpai, suatu perjuangan, yang berujung kesia-siaan.
Tak ada yang sia-sia teman..
Cucuran keringat, air mata, bahkan darah,
mereka mengalir dan diciptakan untuk menemani juang.
dan sesuatu itu akan datang, segera.
Hal-ikhwal yang merumitkan dan melelahkan,
tak sepatutnya pula kita tanggung sendirian.
Akan selalu ada tempat untuk menuang
ingat selalu, jangan pendam sendirian ya?
Siapapun sosok yang kini menemani juang kita,
yah, keluarga, guru, teman-teman, atau siapapun itu.
Bicaralah kepada mereka, ceritakan kepada mereka.
barangkali kau temukan sesuatu yang membantu meringankanmu
Tak apa, selama mereka masih ada dan bersedia.
Jangan ragu meminta bantuan, okey?
Tapi, jangan kau lupakan hal ini,
berceritalah juga kepada Tuhanmu,
tuangkan segala hal yang mengganjalmu
Tuhanmu adalah sebaik-baik tempat bercerita dan berkeluh-kesah
Tuhanmu yang kasihnya melebihi semua makhluq yang kau kenal di muka bumi
Tuhanmu yang mendengar apapun darimu, kapanpun engaku datang kepada-Nya
Tuhanmu yang selalu memaafkanmu, sebanyak apapun engkau melakukan kesalahan
Tuhanmu tak pernah meninggalkanmu, ia mengawasi gerak juangmu di muka bumi ini.
Datangi, Tuhan kita akan selalu ada
disaat semua manusia mengabaikan dan meninggalkan kita,
Allah ada
di dirimu, di hatimu, di jiwamu yang hampir kosong itu.
Allah ada untuk kita,
Kita saja yang sering lupa,
Kita yang terlalu merasa sendirian,
Kita yang apa-apa digantungkan ke sesama manusia,
Kita yang sering menyalahkan garis takdir,
mengandai-andai takdir yang seakan lebih baik daripada yang kita jalani saat ini.
Kita yang tak tahu-menahu bagaimana skenario hidup kita berjalan dan berakhir,
Kita yang ceroboh dengan diri, menuntut ini itu.
dan berbagai macam diri 'kita' yang menginginkan 'sempurna'.
Padahal, kita mengerti
sebenarnya kita hidup untuk apa? dan untuk siapa?
Tapi mengapa kita sering lupa?
Ada Allahul Muta'aliy
diatas segala-galanya.


Wiii makasi telah menulis blog ini 💛
BalasHapusWe're deserve this ❤️
BalasHapusTerima kasih. Jiwa lelah merasa terbekali dengan ini. Sehat selalu Author,.
BalasHapusTerimakasih kembali sudah membaca, semoga bermanfaat :)
Hapus