Prioritas, benarkah hanya ilusi?
Dalam menjalani kegiatan sehari-hari, ada istilah yang begitu dekat dengan kita, yak "prioritas".
Kenapa begitu? ya karena kita sebagai manusia punya keterbatasan dalam menjalani sesuatu, apalagi jika dalam waktu yang bersamaan. Prioritas ini membantu kita mengklasifikasikan mana yang penting dan mana yg tidak berpengaruh besar dalam hidup kita. Dengan begitu istilah 'kewalahan' tidak akan menghampiri kita.
Namun, bukankah prioritas itu jadi semacam ilusi? karena ia kita ciptakan sendiri, kita ukur sendiri, bahkan skala ukurnya pun entah presisi atau tidak. Dan juga kita jarang mempertanyakan hasil pemetaannya para ahli, benar bukan? selama ini kita hanya mengira-ira saja antara mana yg perlu dilakukan di urutan pertama, dana mana yang terakhir.

Jika dipikirkan lebih jauh lagi, prioritas ini semacam trik psikologis, yang membantu kita mengkategorisasikan banyak hal dalam kepala kita. Teori yang disebutkan oleh para ahli, seperti Matriks Eisenhower, mencoba merasionalisasi insting kita dengan membagi dunia ke dalam kotak-kotak 'penting' dan 'mendesak'.
Namun, pada akhirnya, prioritas tetaplah sebuah pilihan subjektif. Ia adalah cara kita bernegosiasi dengan waktu yang terbatas, sebuah upaya sadar untuk memberikan 'makan' pada hal-hal yang memang selaras dengan nilai hidup kita, bukan sekadar memadamkan api yang sedang berkobar di depan mata.
Lalu bagaimana agar ilusi itu menjadi aksi?
- Identifikasi 'Batu Besar' (Konsep Stephen Covey): Bayangkan jika hari-hari kita adalah sebuah toples. Masukkan "batu besar" (hal paling penting) terlebih dahulu. Jika kita memasukkan pasir (hal kecil/remeh) duluan, batu besarnya tentu tidak akan muat.
- Gunakan Aturan 80/20: Secara matematis, 80% dari dampak positif dalam hidup kita biasanya datang dari hanya 20% aktivitasmu. Nah, cari tahu apa saja yang termasuk dalam 20% itu, dan jagalah itu sekuat tenaga.
- Audit Energi, Bukan Cuma Waktu: Prioritas bukan hanya soal kapan kita mengerjakan sesuatu, tapi dengan energi apa kita mengerjakannya. Coba deh tempatkan tugas tersulit di saat energimu sedang berada di puncak.


Komentar
Posting Komentar